Assalamu’alaikum saudaraku sekalian.

Di kesempatan hari Jum’at ini, izinkan saya berbagi sebuah ilmu tentang AMARAH. Yang disalin dari terjemah Kitab Arba’iin Fii Ushuliddin karangan Imam Al-Ghazali.

Semoga dengan tulisan ini, kita bisa lebih sadar agar tidak terperangkap rayuan Syaitan untuk meluapkan kemarahan. Mari kita simak bersama;

Perintah “JANGAN MARAH!”

orang marah oaseimancom

Amarah merupakan nyala api yang berasal dari percikkan api neraka Allah yang menyala-nyala, yang sampai menghunjam membakar hati. Orang yang telah dikuasai amarah, berarti telah cenderung kepada perangainya setan, karena setan diciptakan dari api. Oleh karenanya, mematahkan amarah merupakan sesuatu yang penting dalam pandangan agama.

Rasulullah SAW bersabda: “Orang kuat itu bukanlah orang yang pandai bergulat, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

Dalam Hadits lain Nabi SAW bersabda: “Amarah itu dapat merusak iman, sebagaimana jadam (buah yang pahit) dapat merusak manisnya madu.”

Nabi SAW juga bersabda: “Tidaklah ada seorangpun yang marah, melainkan ia telah menghampiri Neraka jahanam.”

Suatu ketika, seorang lelaki bertanya: “Ya Rasulallah, sanksi apakah yang paling berat?” Nabi menjawab: “Kemarahan Allah.” Orang itu bertanya lagi, “apakah yang bisa menyelamatkanku dari kemarahan Allah?” Nabi menjawab “jangan marah!”

Di waktu lainnya, seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW. “Perintahkanlah aku dengan suatu amal yang terasa sedikit ringan olehku.” Nabi SAW bersabda; “Jangan marah!” Rasulullah SAW mengulangi sabdanya, “Jangan marah!” hingga beberapa kali.

Bagaimana mungkin bahaya amarah tidak dianggap besar? Sebab secara lahir, amarah dapat memotivasi orang untuk melakukan tindakan pukulan, caci maki, dan omelan.

Sedangkan secara batin amarah dapat menimbulkan dendam, dengki, melahirkan kejahatan, cercaan, keinginan membeberkan rahasia, dan mencemarkan nama baik. Juga ada rasa senang bila musibah menimpa orang yang ia sedang marah padanya, dan rasa sedih bila orang itu mendapatkan kesenangan. Setiap dari semua perbuatan keji itu akan menimbulkan kerusakan.

Berikutnya akan kita pelajari langkah-langkah untuk menahan amarah dalam diri.

Wallahu a’lam bish-shawab…

Perintah Nabi SAW untuk Menahan Rasa Marah (Amarah)
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *