Tindakan preventif yang dapat anda lakukan untuk menghindari timbulnya kemarahan ada dua hal, yaitu:

Pertama, mematahkannya secara bertahap dengan latihan yang intensif. Yang dimaksud mematahkannya bukan berarti menghilangkannya secara total, karena amarah tidak dapat hilang tercabut sampai ke akar-akarnya. Bahkan jika iya hilang maka harus diupayakan kembali keberadaannya, karena ia adalah alat untuk memerangi orang kafir dan mencegah berbagai kemungkaran.

Amarah itu ibarat anjing pemburu yang sangat potensial untuk menerima pelatihan. Adapun cara melatihnya ialah dengan cara mendidiknya hingga tunduk kepada akal dan syariat. Dengan demikian amarah hanya muncul dan mereda ketika menerima sinyal petunjuk dan syariat serta tidak melawan keduanya sebagaimana ketundukan anjing kepada pemburu. Hal ini dapat ditempuh dengan mujahadah, yaitu membiasakan bersikap lembut dan kesiapan menerima beban, di samping menghindari hal-hal yang dapat membangkitkan kemarahan.

Kedua, Pengekangan marah ketika meluap-luap dapat dilakukan dengan menahan diri. Hal ini dapat ditempuh dengan ilmu dan amal. dengan ilmu dapat diketahui bahwa tidak ada yang membangkitkan amarahnya kecuali pengingkarannya terhadap berlakunya sesuatu atas kehendak Allah bukan atas keinginannya. Sementara pengingkaran terhadap kehendak Allah tersebut merupakan puncak kebodohan.

Hal yang perlu diketahui oleh seseorang adalah bahwa murka Allah atas kemarahannya lebih besar daripada kemarahan seseorang kepada yang lainnya. Karunia Allah sangatlah besar namun betapa banyak seseorang mendurhakai Allah dan melanggar perintahNya. Maka kenapa ia marah bila ada orang lain yang tidak mematuhi perintahnya, padahal perintahnya kepada seseorang, keluarga, dan temannya itu tidak lebih wajib daripada perintah Allah kepadanya.

Secara Amaliah ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar seseorang dapat terhindar dari nafsu amarah. Seperti misalnya dengan mengucapkan ta’awudz yaitu Audzubillahiminassyaitonirrojim. Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan yang terkutuk. Karena kemarahan itu berasal dari setan.

Apabila dengan langkah itu kemarahan belum bisa reda, maka ia hendaklah mengambil sikap duduk bila ia dalam keadaan berdiri. Dan berbaringlah jika ia dalam keadaan duduk di saat marah.

Begitulah cara yang disebutkan dalam hadits bahwa perubahan posisi memiliki pengaruh untuk dapat meredakan kemarahan. Apabila cara-cara tersebut belum dapat meredakan kemarahan maka hendaklah ia berwudhu.

Hadist Nabi tentang AMARAH

Nabi bersabda, “sesungguhnya setan itu diciptakan dari api dan api dapat dipadamkan dengan air maka apabila seorang dari kamu marah hendaklah ia berwudhu.

Nabi bersabda; “ketahuilah sesungguhnya amarah itu adalah bara api dalam hati manusia. Tidakkah kalian melihat kepada kedua mata orang yang sedang marah itu menjadi merah dan otot lehernya menjadi besar. Maka barangsiapa yang mengalami hal itu hendaklah ia tempelkan pipinya di tanah/berbaring.

Hadist tersebut mengisyaratkan bahwa peletakan anggota badan yang paling mulia pada tempat yang paling rendah dapat mematahkan kesombongan yang menjadi pemicu utama timbulnya kemarahan dengan begitu seseorang menjadi sadar bahwa dirinya adalah hamba yang hina yang tidak pantas untuk bersikap sombong/takabur.

Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya seseorang dengan kelembutannya dapat mencapai derajat sebagai orang yang ahli shalat malam dan ahli berpuasa. Disamping itu ia dicatat sebagai orang yang perkasa padahal tidak ada yang dimiliki kecuali keluarganya.

Hadist tentang larangan marah

Nabi bersabda; “Barangsiapa menahan marah padahal bila ia mau, ia mampu melampiaskannya, niscaya pada hari Kiamat Allah ta’ala akan memenuhi hatinya dengan ketenangan dan keimanan.

Nabi bersabda; “Tiada ada suatu pengendalian yang lebih disukai Allah ta’ala daripada pengendalian amarah oleh seorang hamba. Dan tidaklah seorang hamba menahan amarah melainkan Allah ta’ala memenuhi hatinya dengan keimanan.

(Dari Terjemah Kitaabul Arba’iin Fii Ushuliddin – Ampel Mulia Surabaya)

Cara agar Jangan Marah dan Tidak Marah Lagi
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *